Picque Nique Spring 2017

Di awal musim semi 2017, PPI Poitiers mengadakan picque nique dalam rangka kumpul rutin dua bulanan PPI Poitiers di Parc St Eloi, pada tanggal 1 April 2017 . Kumpul kali ini berbeda dengan sebelumnya karena dilaksanakan di luar ruangan, cuacu mendukung. Sehingga kegiatan gamesnya agak berbeda yaitu anak2 memasukan sedotan ke dalam botol. Dan untuk orang dewasa, games:

Dihadiri oleh kurang lebih 30 warga Indonesia dan 1 warga perancis

kegiatannya seperti biasa, makan, games, yang foto dan videonya seperti berikut.

 

 

 

Kursus Bahasa Perancis

Untuk mengasah kemampuan berbahasa perancis, PPBidang PSDM PPI Poitiers mengadakan yang dilaksanakan tiap hari Jumat sore, biasanya tempatnya di Descartes. dipandu oleh Ibu ITA, dosen Bahasa Perancis Unpad yang sedang menempuh dengan Erasmus

 

Kegiatan olahraga rutin

Bidang mengadakan kegiatan rutin seperti futsal ,basket, tenis meja. Dilaksanakan di  , rutin setiap minggu deng . Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan minat olahraga

 

Kumpul perdana dua bulanan PPI Poitiers

Dilaksanakan di kediaman Indri K dan Amir, di Beauliau, pada tanggal . tujuan kegiatan ini adalah sarana berkumpul anggota PPI Poitiers untuk mempererat silaturahmi antar sesama anggota dan kumpul bidang. Kegiatannya, diisi dengan games, 28 Januari 2017.

Selain anggota PPI, Ada tamu kehormatan, Heloise dan  dan Benjamin

 

Perpisahan dengan mahasiswa magang

Ada pertemuan juga ada perpisahan. 16 Februari 2017, Kamis. Di cantine Rabelaias. Setelah dua bulan magang di Poitiers untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

Dari Fakultas kedokteran universitas …

Rio, Ilma, Iqbal… bonne continuation

 

Tambah anggota baru..

Telah lahir, Putra ketiga dari Evy Noviany dan , ayah dan ibu sedang menempuh S3 di Poitiers, bersama

Di CHU Poitiers, pada tanggal April 2017 pukul 14.

Selamat datang bebe Ahmad, semoga menjadi anak yang sholeh dan berguna bagi bangsa dan Negara.

“PPI membuat saya belajar untuk mandiri dan mengajarkan saya bahwa sesama Indonesia harus menolong satu sama lain dan makasih PPI Poitiers, telah menjadi keluarga saya selama di perantauan” Zane -ESCEM Poitiers

“Ternyata hidup di negara lain tidak selalu menyebalkan, karena saya mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan banyak orang-orang Indonesia di bawah PPI. PPI membuat saya merasa tidak begitu jauh dari rumah. Terima kasih sudah membantu saya dari awal datang sampai mau pulang. Sukses dan solid terus, PPI Poitiers!” – Annisa, ESCEM Poitiers

(Lagi-lagi) Soiree, masak-masak, dan kerempongan yang menyenangkan

Menulis. Ayo menulis ! Saya tahu menulis itu tidak mudah. Tak semudah menjentikkan jari. Tapi percayalah, menulis itu masih lebih mudah dan ringan ketimbang mengangkat gajah dengan kedua tangan sendiri. Haruskah menulis mengikuti EYD (ejaan yang disempurnakan)? Hm… tergantung pada tujuan dan konten apa yang akan kita tulis. Contohnya di sini, saya memakai EYD pada paragraf ini, namun tak menutup kemungkinan untuk saya menggunakan EYG (ejaan yang gaul) pada paragraf berikutnya.

Ceritanya prolog saya itu untuk mengingatkan lagi pada kalian, ayo ayo mana tulisannya ? Ayo yang punya cerita, atau ide, atau usul, yang ingin protes, atau curcol atau bahkan hanya untuk menyapa sekalipun, silahkan ditulis, ditulis, ditulis.

Jadi pertanyaan selanjutnya, apa yang akan ditulis di postingan kali ini? Hmm… Sebentar saya pikir-pikir dulu yah. Ada dua pilihan yang bisa saya tulis: tentang soiree bulan Maret kemarin, atau tentang jalan-jalan Region Poitou-Charentes weekend yang lalu. Untuk blog ini, saya pilih soiree aja kali yah, dan yang tentang jalan-jalan nanti aja ceritanya di blog saya sendiri, hihihi  :p.

Soiree yang lalu diselenggarakan pada tanggal 23 Maret 2013 di (lagi-lagi) kediaman Bpk Gara dan Sdr Dira, tepatnya di 9 Rue Voltaire, quartier St.Eloi. Apa yang spesial dari soiree kemarin? Jeng..jeng… tak lain dan tak bukan Continue reading (Lagi-lagi) Soiree, masak-masak, dan kerempongan yang menyenangkan

Info selayang pandang

Salut! ^^

Tengah malem gini, tiba-tiba saya kepengen nulis sesuatu. Kepengen nambahin isi blog ini, meski belom tau mau ngomongin apa di sini. Kasiaan ya, kamu, Bung Blog, engga ada yang mau ngisi selain si sayah dan Mlle Venty. Cup cup….

*Mulai ngaco malem mingguan*

Hmm… ceritain apa yah? Oiya,… saya punya sedikit info tentang bantuan yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki kesulitan biaya hidup di Poitiers. Jadi begini ceritanya…

Continue reading Info selayang pandang

Personel baru PPI Poitiers dan soiree ‘kaya’ makanan

Salut tout le monde! Vous allez bien, n’est ce pas?:D

Udah lama engga ketemu di forum ini, sampai-sampai walaupun bingung ini mau nulis apa, tetep lanjut ngetik aja deh. Ide akan mengalir seperti air banjir di Jakarta. Lho? *ngga nyambung deh

Sehubungan dengan banjir Jakarta, bagi teman-teman yang punya rumah dan keluarga di Jakarta, Bekasi, Tanggerang dan sekitarnya a.k.a Jabodetabek, yang saat ini sedang dirundung musibah banjir, mudah-mudahan keluarga kalian dalam keadaan baik-baik saja, sehat, dan senantiasa dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Awas, tingkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam keadaan genting ini. Jangan lupa mengingatkan keluarga di rumah untuk berhati-hati terhadap ancaman penyakit-penyakit yang mengintai bersama datangnya si banjir.

Continue reading Personel baru PPI Poitiers dan soiree ‘kaya’ makanan

PPI Poitiers in cooking action

Aksi kali ini dimulai ketika Monsieur Martamin yang menjabat sebagai bamus sekaligus Chef kepala di Dapur PPI Poitiers, menginfokan adanya kegiatan semacam makan malam bersama untuk para pelajar internasional di kampus yang diselenggarakan oleh asosiasi Meli-Melo. Semua pelajar diperbolehkan berpartisipasi dalam event yang diselenggarakan pada hari Kamis, 13 Desember 2012 ini dengan gretong asalkan membawa masakan dari negaranya masing-masing untuk berbagi dengan para pelajar dari negara lain. Melalui diskusi secepat kilat BBM, PPI Poitiers memutuskan untuk menerima tantangan ini. Dengan segera, chef II Venty menelurkan ide masakan yang akan dibawa seserahan (xp): nasi kuning + ayam balado! Ide ini langsung disambut baik dan setelah melalui bincang-bincang hangat, kemudian ditambahkanlah menu andalan: bakwan ^o^.

Continue reading PPI Poitiers in cooking action

Soirée Indonésiennes PPI Poitiers 2012 (part 1)

Jumat,16 November 2012

Pukul 12.00 : Rendez-vous à Géant Casino
Alkisah dimulai saat 4 orang anggota PPI Poitiers yang terdiri dari Pak ketua, pak Bamus dan duo representatif  sedang berburu bahan-bahan makanan untuk persiapan soirée besok. Dengan arahan dari bung Dira sebagai Chef Kepala di dapur PPI Poitiers, maka dalam waktu 1 jam, kami telah berhasil mengumpulkan 3 tas plastik penuh belanjaan yang amat berat hingga bisa bikin tangan keseleo atau pegal berkepanjangan jika dibawa dengan 1 jari sambil berlari-lari kecil  ke halte bus :p (jadilah 1 tas masing-masing dibawa oleh 2 orang..laaaah terus tas ketiga dibawa siapa??? hoho.. jangan khawatir.. ternyata dibawa oleh bapak Dira, sodara2!…prok,prok,prok standing applause ut beliau 😀 )

Selanjutnya hasil rampasan perang eh hasil faires les courses ini untuk dibawa ke basecamp PPI Poitiers yang tak lain dan tak bukan adalah adalah kediaman bapak Dira juga (sungguh besar jasa pak Dira ut PPI Poitiers… *loh? :p)

Namun sayang sekali.. di Géant ini tidak semua bahan makanan yang kami butuhkan dapat ditemui…atau kalaupun ada, harganya sangat mahal..jadi kami harus pergi ke boutique Asiatique ut membeli beras Thailand dan Santan yang amat sangat penting sebagai bahan utama dari 2 hidangan kami, yaitu rendang dan kolak pisang 😀

Kemudian kami pun beranjak ke toko tersebut yang letaknya nun jauh di selatan Poitiers, dari kediaman bapak Dira kami harus menaiki bus No 8 ut menuju ke centre ville, kemudian berpindah ke bus no 4 ke arah centre commerciale Pointe àMiteau. Kami harus turun di halte (arrêt de bus ) “Trois Bourdons” kemudian harus berjalan-jalan riang  sekitar 3 menit untuk menuju toko Asia yang merupakan toko Asia ter-available di Poitiers (kenapa available? karena buka senin-jumat sampai jam 17h00, sebenarnya ada 3 toko Asia di sini, yang satu lebih kecil, kurang lengkap dan lebih mahal yang terletak di dekat E.Leclerc, yang satu lengkap banget tapi hanya muncul 2x/minggu di Pasar tradisional Marbourg (hari minggu dan rabu), serta yang ketiga di Avenue 8 mai 1945 ini 😀 )
Sembari kami berbelanja di toko Asia, pak ketua kembali ke habitatnya eh rumahnya ut mengambil belanjaan yang telah dibeli di pasar tradisional pada hari rabunya (secara beliau tinggal di sekitar Marbourg, sip!)

Pukul 18.00 : basecamp à Saint-Eloi
Sekitar pukul 18.00-an kami sudah berkumpul kembali di basecamp. Kali ini bapak bendahara datang meyusul dan berniat membantu persiapan soirée. Kemudian kami berbagi tugas ut memotong sayuran, memotong dan merebus daging, membuat sambel tomat super pedes serta memasak nasi (yang ini bukan ut persiapan besok, tapi karena kami kelaperan abis belanja,he)
semua orang sibuk dengan tugasnya masing-masing..tak terasa sudah pukul 19.30 saat kami dapat menyelesaikan tugas masing-masing..kesibukan dilanjutkan dengan membuat lauk makan malam kami,,ada yang merebus telur, memanggang sosis dan masak telur dadar pake cabe eh cabe pake telur dadar :p
Dinginnya udara malam itu terasa hangat setelah kami dapat makan bersama dengan penuh antusias (karena saking lapernya,hehe). Tiba-tiba Chef Dira mengusulkan ut membuat Crepes demi menambah pasokan makanan ke dalam perut kami malam itu 😀 …kenyang…

Semua terasa berjalan lancar..sampai tiba-tiba kami mengalami “tragedi daun pandan”. Kisah bermula saat Tya mencari-cari daun bawang untuk membuat telur dadar, dengan polosnya Venty menjawab “ada tuh, aq lihat tadi di plastik yang dibawa Fikri ..” , tapi kemudian Dira merasa aneh “plastik?plastik yang mana? yang biru itu? kagak tau itu punya siapa..”,  “loh, itu  belanjaan yang dibeli di pasar tradisional, ya kan, Fik??” tanya Venty..Fikri menjawab dengan cool “iya..”, kemudian pak Dira tiba-tiba amat sangat terkejut “What! ga mungkin! kan Fikri harusnya beli daun pandan bukan daun bawang …”, lalu kami serempak menyadari “Apppaaaaa???? jadi salah beli,ini? jadi harusnya di plastik itu daun pandan untuk bikin kolak?? huwaaaaaaa….kacau ni,kacau… ga mungkin kan bikin kolak dengan daun bawang?? “,oh pak ketua…pliss.. -_______-“, itu beda banget ya… daun pandan sama daun bawang…wkwkwkwkwkwk
jadilah malam itu kami ketawa ketiwi ngebahas tragedi daun pandan sambil makan crepes coklat..nyamm..nyamm..nyamm.. 😀

Pukul 22.00 : Arrêt de bus “Marat”
Hari beranjak malam..Tibalah saatnya duo representatif dan pak ketua pulang ke sarangnya masing-masing..sedangkan pak bendahara akan menginap di basecamp bersama sang Chef.. Karena jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam, maka mau tidak mau kami sudah ketinggalan bus siang dan harus mengambil bus malam (noctambus) yang beroperasi sejak pukul 22.00-05.00 .. 😀

 

Berburu makanan halal

Mencari makanan halal di negeri paman Napoleon ini memang cukup rumit. Mencari makanan halal di sini bisa menjadi suatu tantangan tersendiri bagi para pelajar muslim. Namun bukan berarti tidak bisa dan tidak perlu dilakukan. Ada berbagai cara untuk tetap menjaga agar makanan yang masuk ke perut kita tetap berstatus halalan toyyiban. Melalui tulisan ini saya bermaksud berbagi pengalaman dalam mencari makanan halal di Poitiers.

1. Makan di ‘warung’ KEBAB atau restoran yang dimiliki oleh orang-orang Arab atau magreb.

Ini cara paling mudah untuk memastikan makanan yang kita makan adalah halal. Mengapa yakin halal? Karena ada tulisannya, hehe… ^^. Menurut pengalaman saya (meski baru 2,5 bulan berkehidupan di sini), insyaAllah sih warung-warung kebab kepunyaan orang-orang Arab itu halal. Hal ini bisa ditanyakan langsung pada pemiliknya jika perlu. Biasanya, si penjual kebab yang berwajah ke-Arab-arab-an itu langsung mengenali kita yang pelajar dari Indonesia dan diajak mengobrol sedikit. Bahkan pernah saya dan teman saya bertemu dengan penjual kebab yang mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia! Continue reading Berburu makanan halal

Bonjour!

Halo semuanya! Selamat datang di blog PPI Poitiers.

Dengan mengucap rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya PPI Poitiers dapat terlahir pada tanggal 8 November 2012 yang lalu. Kami berharap blog ini dapat turut serta memberikan manfaat seperti para kakak-kakak kandungnya di PPI Prancis. Untuk saran, kritik, dan pertanyaan dapat diajukan di blog ini ataupun melalui email ke alamat: ppi.poitiers@gmail.com.

Selamat mengeksplor Poitiers!

Kamilah warga Indonesia di Poitiers…